Intermezo

Teman-teman terkasih apabila hendak sharing atau berbagi atau berdiskusi, diperkenankan.

Saya disini bukanlah menjadi guru atau motivator ataupun seorang senior, melainkan sebagai seorang teman bagi kalian semua, teman-teman terkasih.

Bagi teman-teman yang hendak melakukan koresponden dapat mengirimkan email ke: mikaeloka2@gmail.com

Dan juga bagi teman-teman terkasih yang mempunyai suatu hal yang menjadi beban di hati marilah berbagi, jika teman-teman mengganggapnya sangat pribadi, diperkenankan langsung mengirimkannya ke email saya.

Semoga dengan berbagi, dapat meringankan atau bahkan membuat beban di hati menjadi sirna, sehingga mendatangkan berkat dalam hidup teman-teman terkasih.

Kamis, 31 Juli 2014

Karunia Kasih 22

“Hampir semua orang pernah berkata “jadilah dirimu sendiri”.

Ada yang berlaku cuek, ada yang egois, ada yang sombong, ada pula yang suka menolong, sebenarnya apa makna “jadilah dirimu sendiri”?

Kita dilahirkan dalam keadaan suci, secitra dengan Tuhan pencipta semesta ini, jadi bukankah “jadilah dirimu sendiri” berarti kita harus kembali kepada keaadaan suci dan berjalan sesuai dengan jalan Tuhan menuju kekudusan?”

~ cahayakasihkehidupan.blogspot.com ~


With love,

Mikael Oka

Teman-teman terkasih, diperkenankan mengutip / mengcopy / menyebarluaskan artikel diatas dengan mencantumkan:
"sumber: cahayakasihkehidupan.blogspot.com"

Senin, 30 Juni 2014

Karunia Kasih 21

“Cermin adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia dewasa ini.

Cermin mampu merefleksikan fisik kita secara sebagian maupun utuh, sehingga kita dapat melakukan make over diri kita apabila kita kurang puas dengan apa yang kita lihat, supaya dapat menarik bagi orang lain terlebih bagi mereka yang kita cintai.

Namun pernahkah kita bertanya pada diri kita sendiri, sudahkah jiwa kita juga di make over sehingga berkenan bagi Tuhan yang begitu mencintai diri kita ? ”

~ cahayakasihkehidupan.blogspot.com ~


With love,

Mikael Oka

Teman-teman terkasih, diperkenankan mengutip / mengcopy / menyebarluaskan artikel diatas dengan mencantumkan:
"sumber: cahayakasihkehidupan.blogspot.com"

Minggu, 18 Mei 2014

Karunia Kasih 20


“Hal yang terindah maupun yang kita anggap terburuk dalam hidup, tidak dapat kita lihat maupun kita sentuh. Kita hanya dapat merasakannya dalam hati kita.

Bersyukurlah senantiasa atas semua peristiwa yang kita alami dalam hidup ini, maka kita akan menyadari bahwa ada moment-moment terindah yang kita alami dibalik hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi dan hal itu akan menguatkan kita untuk terus menjalani hidup dengan tetap memelihara hati nurani.

Cobalah untuk merenungkannya dalam damai, teman-teman terkasih.

~ cahayakasihkehidupan.blogspot.com ~


With love,

Mikael Oka

Teman-teman terkasih, diperkenankan mengutip / mengcopy / menyebarluaskan artikel diatas dengan mencantumkan:
"sumber: cahayakasihkehidupan.blogspot.com"

Minggu, 27 April 2014

Karunia Kasih 19


"Kerapkali kita mengeluh / komplain saat mengalami peristiwa / kejadian dalam hidup yang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan atau kita harapkan.

Dan jika hal tersebut berlanjut terus-menerus, maka akan membuat kita, perlahan namun pasti, menjadi manusia yang "negatif" sepenuhnya karena kita menjadi sosok yang sangat pesimis dalam menjalani hidup, egois, kejam dan serakah.

Hendaknya kita menganggap semua yang kita alami adalah suatu berkah, sebab tidak ada peristiwa yang kita alami itu tidak terkandung suatu maksud yang positif di dalamnya, jadilah seperti seorang pelaut yang mempunyai suatu tujuan dan tetap teguh berharap, berjuang untuk mencapainya melalui berbagai ketidakpastian hal di tengah lautan serta menyerahkan hasil sepenuhnya pada Tuhan serta mensyukuri apa pun hasilnya."

~ cahayakasihkehidupan.blogspot.com ~

With love,

Mikael Oka

Teman-teman terkasih, diperkenankan mengutip / mengcopy / menyebarluaskan artikel diatas dengan mencantumkan:
"sumber: cahayakasihkehidupan.blogspot.com"

Senin, 31 Maret 2014

Karunia Kasih 18


"Ada yang pernah menyampaikan bahwa bahagia itu sederhana, tidak perlu apapun, cukup berkumpul, bermain, dan berkomunikasi, itu sudah membuat bahagia.

Apa yang disampaikan itu tidaklah salah, namun kebahagiaan sejati  ada pada saat kita mampu memahami dan mengikuti jalan Tuhan serta bersyukur kepada-Nya atas semua anugerah-Nya dalam setiap peristiwa hidup kita di dunia ini.

Maukah kita berdiam diri sejenak dan menginstropeksi diri kita? "

~ cahayakasihkehidupan.blogspot.com ~


With love,

Mikael Oka

Teman-teman terkasih, diperkenankan mengutip / mengcopy / menyebarluaskan artikel diatas dengan mencantumkan:
"sumber: cahayakasihkehidupan.blogspot.com"